Wednesday, 18 June 2008

Busway dan Petepete Gunakan One Day One Ticket

Sumber: Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Rencana Pemerintah Kota Makassar ini tidak terdengar lagi kabar beritanya.


TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS
Rabu, 05-12-2007 
Busway dan Petepete Gunakan One Day One Ticket
Makassar Akan Dilayani 48 Unit Busway
 
Makassar, Tribun - Pemerintah Kota Makassar telah menyusun konsep sistem one day one ticket untuk pelayanan angkutan umum. Konsep ini rencananya akan diterapkan paling tidak dua atau tiga tahun ke depan.
"Sekarang yang harus dipersiapkan adalah regulasinya (peraturan daerah) dan aspek manajerialnya," ujar Kepala Bagian Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Rusmayani Majid, di Balaikota, Makassar, Selasa (4/12).
 
Konsep sistem transportasi itu disosialisasikan oleh bappeda di Hotel Singgasana, Makassar. Hadir dalam sosialisasi camat se-Makassar dan asosiasi sopir angkutan umum. Konsep one day one ticket dipaparkan Konsultan Perencana Tata Kota Makassar, Danny Pomanto.
Konsep one day one ticket diakui diadopsi dari negara-negara maju. Nantinya akan berlaku untuk busway dan angkutan umum petepete (feeder). Dengan konsep ini, warga berlangganan dalam menggunakan angkutan umum, untuk digunakan sehari, seminggu, atau sebulan.
Tidak ada transaksi uang di dalam angkutan karena warga membeli tiket untuk berlangganan. Kemudian dibentuk manajemen koordinasi operasional angkutan umum oleh pemerintah kota. Angkutan dibayar berdasarkan jarak, bukan banyaknya penumpang. Para sopir digaji.
"Keuntungan dari dari sistem ini adalah mengurangi kemacetan lalu lintas. Angkutan kota tidak berebut penumpang, bersaing, saling mendahului, dan bertumpuk di halte. Sedikit atau banyak penumpangnya, mobil tetap jalan," lanjut Rusmayani.
Sistem ini juga dinamai mass rapid transit (MRT) di mana angkutan umum hanya transit di halte. Nantinya di Makassar, tidak ada terminal pasif (berhenti lama) untuk angkutan umum. "Terminal transit di basement Karebosi nantinya merupakan contoh terminal MRT, kata Rusmayani. Rencananya, Makassar akan dilayani 48 unit busway.

Keuntungan Rp 602 Miliar Per Tahun
KONSULTAN Tata Ruang Kota Makassar, Danny Pomanto, punya hitung-hitungan terhadap konsep one day one ticket ini. Keuntungan yang bisa diraup dari operasionalisasi angkutan umum dengan sistem ini, katanya, mencapai Rp 602 miliar per tahun.
"Nilai ini muncul berdasarkan hitung-hitungan," katanya. Jika memang benar, nilai itu setara dengan separuh nilai APBD Kota Makassar tahun 2008. Danny menjelaskan, setiap hari terdapat 514.579 penumpang untuk seluruh trayek. Rata-rata warga mengeluarkan uang Rp 7.000 untuk membayar angkutan umum. Maka jumlah total uang untuk membayar angkutan umum mencapai Rp 3,6 miliar.
Makassar akan memiliki 48 bus untuk enam koridor busway. Biaya operasional setiap bus Rp 3 juta per hari. Totalnya Rp 144 juta per hari. Sementara untuk seluruh jalur feeder Makassar akan memiliki 5.500 unit petepete. Biaya operasional setiap petepete Rp 200 ribu per hari. Maka totalnya 1,1 miliar per hari.
"Jika digabungkan biaya operasional busway dan feeder-nya, jumlahnya Rp 1,2 miliar per hari. Ditambah operasional lainnya Rp 200 juta. Maka keuntungan harian pengelolaan sistem ini Rp 2 miliar. Dalam setahun, keuntungan mencapai Rp 602,5 miliar," kata Danny.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Monday, 16 June 2008

Tribun Timur Euro Update, Terobosan Tribun Timur

Ini terobosan surat kabar Tribun Timur, Makassar, untuk menyemarakkan Euro 2008. Setiap hari terbit dua edisi.



sumber: www.tribun-timur.com
Sabtu, 14-06-2008 | 06:36:05 
Tribun Timur Euro Update Kembali Terbit Pagi Ini
Laporan: Irfan Syuhudi, Mansur AM, Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Berakhir sudah pertandingan antara tuan rumah Austria melawan Polandia dengan skor 1-1. Pada saat pertandingan berlangsung, tim kecil Tribun Timur Euro Update mulai mengetik berita dan harus segera merampungkan berita sekaligus layout halaman sebelum pukul 05.30 wita. Itulah deadline Tribun Timur Euro Update setiap hari.

 
Tim Tribun Timur Euro Update terdiri atas reporter, layouter, tenaga grafis, TI, dan staf sekretariat redaksi.

Miriplah dengan tim surat kabar Tribun Timur edisi reguler. Cuma dari segi jumlah, jauh lebih mini.

Pertandingan pertama babak penyisihan Euro 2008 dimulai pukul 00.00 wita. Sedangkan pertandingan kedua mulai pukul 02.45 dan selesai pukul 04.30.

Dalam tempo sekitar satu jam, tim Tribun Timur Euro Updating sudah harus merampungkan seluruh halaman, termasuk laporan dan ulasan hasil pertandingan paling akhir.

Deadline yang superketat itu dimaksudkan agar pembaca Tribun Timur Euro Update di Makassar bisa menikmati hasil dan ulasan pertandingan beberapa jam sebelumnya lebih pagi.

Pagi ini, misalnya, halaman satu Tribun Timur Euro Update muncul dengan berita pertandingan Jerman vs Kroasia.

Sedangkan halaman dalam, halaman enam, berisi ulasan dan hasil pertandingan yang selesai pukul 04.30: Austria vs Polandia.

Berita sudah selesai dibikin ketika pada menit ke-92, Austria mencetak gol balasan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kesibukan terasa di kantor redaksi. Seluruh berita harus dirombak, foto-foto terbaru harus ditunggu, statistik pertandingan berupa klasemen dan top skor harus diubah, dan seterusnya.

Kendati demikian, deadline dapat dipenuhi tepat waktu dan pembaca bisa menikmati Tribun Timur Euro Update sejak pagi.

Koran-koran lain di Makassar baru melaporkan hasil pertandingan dini hari itu keesokan harinya.

Terbit perdana sejak Euro 2008 digelar 8 Juni lalu, Tribun Timur Euro Update merupakan edisi khusus surat kabar Tribun Timur, Makassar, yang terbit setiap pagi seperti halnya Tribun Timur edisi reguler.

Tebal 32 halaman tapi harga tidak naik, tetap Rp 2.000 per eksemplar.

Dengan edisi khusus tersebut, lampu-lampu merah dan tempat penjualan koran di Makassar pada pagi hari dihiasi surat kabar Tribun Timur dan Tribun Timur Euro Update.

Tribun Timur Euro Update berisi laporan dan ulasan dua pertandingan yang berlangsung dini hari atau beberapa jam sebelum koran 32 halaman dengan tiga sesi tersebut beredar di pasar.

Ini merupakan satu dari sekian terobosan Tribun Timur --yang mengusung moto "Selalu yang Pertama"-- untuk memenuhi kebutuhan pembacanya.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Saturday, 14 June 2008

Tan Malaka: Makassar Sulit Raih Adipura

Benar-benar terbukti Makassar tidak meraih Adipura. Kota terbesar di Indonesia timur ini kotor. Sampah berserakan di mana-mana. Got-got tidak terawat. Tumpukan sampah sering terlihat berhari-hari tanpa ada yang urus. Kota ini seperti kota tanpa pemerintah. Taman-taman kota tumbuh liar. Tidak ada yang merawatnya.
Got? Bersih kalau ada liputan koran. Setelah itu kotor lagi.
Tanpa tindakan serius dan sungguh-sungguh dari pemerintah kota, Makassar akan tumbuh menjadi kota yang jorok, semrawut, dan sudah pasti tidak nyaman.

sumber: http://www.tribun-timur.com/viewrss.php?id=75989
Senin, 05-05-2008 | 14:37:41 
Tan Malaka: Makassar Sulit Raih Adipura
Laporan: Jumadi Mappanganro. jum_tribun@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bappedalda) Provinsi Sulawesi Selatan Tan Malaka Guntur menilai Kota Makassar bakal sulit meraih piala Adipura, penghargaan bidang lingkungan.
 
Hal itu menyusul, saat ini Kota Makassar masih sangat kurang ruang terbuka hijaunya (RTH). Syarat minimal sebuah kota dikategorikan kota sehat adalah memiliki RTH 30 persen dari total wilayahnya.

"Sedangkan Kota Makassar baru memiliki RTH sekitar 16 persen. Masih kurang 14 persen lagi," ujar Tan Malaka Guntur dalam pemaparannya di depan para wartawan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/5) siang.

Padahal, tegas Tan Malaka,syarat utama meraih adipura, adalah minimal kota yang dinilai memiliki minimal 30 persen RTH.

Tan Malaka mengaku sudah menghimbau Pemerintah Kota Makassar terkait kekurangan RTH yang dimiliki Makassar. Ia juga sudah menyarankan agar setiap ruko di kota dapat menanam pohon minimal satu ruko satu pohon.

"Itu kalau usul itu dilakukan, baru menambah sekitar 5 persen RTH di Kota Makassar. Tapi sampai sekarang, saya lihat itu belum maksimal dilakukan," ujar Tan Malaka. (*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Friday, 13 June 2008

PKS Makassar dan Skandal PDAM


Ini berita saya kutip dari surat kabar Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com

Kamis, 12-06-2008 
PKS Bantah Terlibat Skandal PDAM
Makassar, Tribun - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah tudingan mantan anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Ali Arifin, yang menyatakan bahwa seorang tokoh partai tersebut yang duduk di DPRD Makassar telah menerima bocoran uang PDAM Kota Makassar.
Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar, Hasyim Ramlan, mengungkapkan bantahan itu di Sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan, di Makassar, Rabu (11/6).
 
Hasyim didampingi Ketua Biro Legislatif DPW PKS, Komaruddin, dan Humas DPW PKS, Zulkifli Muis.
"Kita sudah minta klarifikasi dari Pak Gunyamin (direktur keuangan PDAM). Beliau bilang tidak ada dana yang masuk ke PKS. Pak Bastian Lubis (ketua badan pengawas PDAM) juga bilang tidak ada bukti dana masuk ke PKS," kata Hasyim Ramlan.
Ali, Selasa (10/6) lalu, mengatakan, seorang tokoh PKS yang duduk di DPRD Makassar pernah mengajukan proposal kepada Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Ridwan Syahputra Musagani, pada tahun 2005. Ridwan kemudian memberikan uang sebesar Rp 35 juta.
Ali mengatakan, aliran dana kepada PKS ini diungkapkan Bastian dalam sebuah pertemuan di Rumah Makan Barugae.
Putra mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan A Eteng Amin itu juga mengatakan Hasyim mengetahui adanya aliran dana tersebut.
Tudingan ini tentu membuat anggota fraksi PKS lainnya gerah. Bagaimana tidak, PKS adalah partai di DPRD Makassar yang paling gencar membongkar skandal kebocoran dana PDAM Makassar tahun 2006 lalu.
"Pernyataan Pak Ali itu aneh. Saya adalah salah satu orang yang ingin sekali skandal itu terbongkar. Tiba-tiba saya dibilang sebagai orang yang terlibat. Kalau bicara logika, ini tidak logis. Untuk apa saya dulu gencar berusaha mengungkap," kata Hasyim.
Komaruddin mengatakan, pihaknya juga sudah meminta klarifikasi langsung dari Jafar Sodding sebagai orang yang dituding menerima dana PDAM itu untuk kepentingan partainya.
Namun Jafar, kata Komaruddin, juga membantah tudingan Ali.
"PKS itu membangun kadernya sampai jadi orang. Tapi kalau dalam perjalanan ada yang salah pasti kita bilang salah. Prinsipnya, kalau ada kader yang ketahuan terlibat pasti dipecat dari partai dan diserahkan ke mekanisme hukum," tegas Komaruddin.
Ancaman PPP
Di DPRD Makassar, pengungkapan Ali juga menggelinding panas. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga disinyalir menerima aliran kebocoran dana PDAM bereaksi keras.
PPP menyatakan tudingan itu sebagai pencemaran nama baik.
"Ini pencemaran baik dan sama sekali tidak memiliki dasar. Kami akan perkarakan Ali Arifin melalui jalur hukum," kata Sekretaris Fraksi PPP DPRD Makassar, Arifuddin Lewa, dalam konferensi pers di gedung DPRD Makassar.
Selain PKS, Ali juga mengatakan ada fraksi lain di DPRD Makassar yang menerima "upeti" dari PDAM.
Salah satunya adalah fraksi PPP. Kendati tidak tahu persis berapa besar uang yang diterima, namun ia mengatakan jumlahnya lebih besar dari yang diterima PKS.
Dituding Sakit
Dalam perkembangan lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar sedang memproses penggantian antarwaktu (PAW) Ali.
Ali telah menyatakan keluar dari PKS karena mengaku kecewa dengan ulah para legislatornya. Ia kemudian pindah ke Partai Golkar.
Sejak ia mengeluarkan pernyataan sejumlah "borok" anggota DPRD, ia dijauhi rekan-rekan sesama anggota dewan.
Banyak di antara anggota dewan mengatakannya sebagai orang stres. Anggota fraksi PKS sendiri mengatakan Ali menderita sakit.
Dalam konferensi pers kemarin, baik Hasyim dan Komaruddin tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan "sakit" yang diderita Ali. Namun, Hasyim mengatakan Ali pernah menjalani rukyat, yaitu sebuah metode pengobatan nonmedis untuk penyakit yang sifatnya rohaniah.
"Rukyat itu untuk hal-hal yang sifatnya rohaniah. Tetapi kan baru akan berhasil kalau didukung dari dalam orang itu sendiri," kata Hasyim. Namun Ali menjawabnya dengan ringan. "Ya, saya gila karena memikirkan kelakuan mereka," kata Ali beberapa waktu lalu.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (jid)
 

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com